“Syarat utama musti tinggi..gw kan pingin memperbaiki keturunan…”
ungkap seorang jomblowati kontestan Take Me Out Indonesia ketika ditanya mengapa ia mematikan signage saat kontestan, yg untuk ukuran pria termasuk pendek itu tampil di podium. Aduuhh.. rasanya gimanaa gitu dengernya..
Buaya the Champion . Harus tinggi, harus cantik, harus pintar..dll..dll…
Sepertinya, makin
susah bagi kaum yg tidak memiliki kesempurnaan fisik untuk ikutan bersaing dalam usaha pelestarian human species. Memang bang Charles Darwin, babenya teori evolusi dunia, pernah berpendapat bahwa hanya spesies unggulan saja yg selamat dalam proses evolusi. Buaya contohnya, ketangguhannya mampu membuatnya survival selama evolusi ribuan tahun melalui iklim prasejarah, iklim penuh polusi di jaman industri , maupun iklim politik yg tak kondusif saat mereka terpaksa mengalah pada jutaan cicak..( “cicak vs buaya” epiloque ver.released 2009).
Perlukah kita meniru Buaya?. Buaya banyak memiliki hal positif yg layak ditiru. Pintar berenang, ini penting , apalagi di jaman global warming . Beberapa tahun lagi saat daratan mulai terendam gara-gara permukaan laut naik terus..at least kita ga bakal kelelep. Tangkas mencari rezeki, trengginas menghadapi musuh dan berbagai tantangan, sabar-tawakal dan ikhlas pun tercermin pada buaya saat ia berpuasa berhari-hari untuk mengerami telurnya pun saat memangapkan moncongnya berjam-jam tanpa lelah menunggu mangsa mendekat.
Ahh..kok malah ngelantur kemana-mana..gini nih intinya : tirulah kemampuan buaya beradaptasi menggunakan segenap anugrah yg diberikan Allah padanya. Jika buaya bermodal ekor perkasa, rahang kuat, gigi yg tajam dan kulit tebal yg mampu mengantisipasi perubahan suhu, maka manusia punya kelebihan yg membuatnya jd satu satunya mahluk Allah yg sempurna : AKAL.
Jika akal digunakan semaksimal mungkin, tak mustahil bintang akan jatuh dipangkuan. Tak mustahil postur tinggi menjadi anugrah bagi sang penerus genetik. Seperti harapan kontestan tsb. Akal bisa menjangkau semua hal yg kita perlukan. Toh akses pengetahuan sudah demikian mudahnya. Teknologi pun sudah menyentuh akar rumput. Lihat saja betapa warnet menjamur sampai sudut desa. Facebook bukan lagi monopoli kaum berpunya. Rakyat kecil jg mulai fesbukan. Tak ada alasan untuk tidak melek informasi.
NAH.. mau tinggi badan menjulang ? sudah ada caranya loh…ga cuma itu. Mau otak cerdas juga sudah ada tekniknya. Yang jelas dari semua jurus, faktor lingkunganlah yg berperan dominan sekitar 60%( di beberapa kasus bahkan lebih) . Nah, sisanya barulah berasal dari genetik.
Faktor lingkungan ?. Biasakan hidup dengan pola makan bergizi (sesuai AKG) . Biasakan hidup dengan aktivitas yg mendukung (olahraga, membaca, dll). Maksimalkan faktor lingkungan, maka usaha perbaikan keturunan akan menunjukkan keberhasilannya.
Jadi, walau gen pintar itu diturunkan oleh kromosom X (banyak pd perempuan) bukan berarti perempuan ber IQ biasa tak bisa melahirkan generasi pintar. Juga tak berarti bila suami-istri tingginya 155cm tak bisa menghasilkan anak dgn postur tegap tinggi menjulang.
My friend’s brother is the living proof. Dididik di lingkungan SLB di Jatim (kebetulan Allah menguji dia dan keluarganya dengan ini) yg berkiblat pada pola asuhan di barat, ia mendapat gizi yg cukup dan menjalani pola hidup yg penuh aktivitas fisik, postur tubuhnya pun menjulang tegap, 185 cm. Terpaksa kepalaku mendangak keatas saat kami bertemu dulu, serasa berhadapan dengan bule aja…hehee… dasar gw aja nih yg cetek……
*
*
*
Cara Ngitung Tinggi Badan Calon Anak:
Tinggi anak perempuan = ½ x {(Tinggi ayah -13) + (tinggi Ibu )}
Tinggi anak lelaki = ½ x {(Tinggi Ayah +13) + ( Tinggi Ibu)}
untuk masing-masing nilai hitung yg diperoleh terdapat nilai ketidak pastian ukur sebesar 8.5 cm. Artinya dari penjumlahan diatas bisa bervariasi kurang lebih 8.5 cm.
*
*
Trik Bikin Anak Berpostur Tinggi :
ada beberapa cara, berikut ini cara yg telah terbukti kebenarannya . Actually I happen to know people who apply this in their daily life..and the result turns out so well.. ‘trust me it works’ .
1. Penuhi kebutuhan kalsium
Beda usia, beda jumlahnya. Bisa dilihat di tabel AKG/RDI.
Berikan setengah dosis sebelum tidur malam dan setengah dosis pada pagi hari sebelum sarapan.
Sumber kalsium terbaik adalah susu. Kalsium dalam susu paling mudah diserap dan diolah tubuh Kalsium jenis ini tidak mudah mengendap (flocking) saat pH darah berubah. 
Untuk anak laki-laki perubahan tinggi badan yg drastis terjadi di usia 11-14thn . Pada anak perempuan 10-12 tahun.
Pada usia ini pastikan (baca : paksakan) anak anda mengkonsumsi kalsium. Jika anak tidak doyan susu, alternatifnya sepiring ikan teri (100g) . Dalam jumlah ini, ikan yg memiliki nama lain ikan bilis ini, cukup mengandung kalsium yg diperlukan dalam satu hari di masa pertumbuhan remaja..
Jadi suruh ia memilih segelas penuh susu atau sepiring teri…
hmm .. easy one for me.. gw jelas bakal milih teri dong..hehe ( syapa yg bisa nyangkal lezatnya teri dicabein+nasibakar+baceman..wiih…ngebayanginnya aja udah bikin ngecess…slrrpss..)
2. Dorong anak melakukan aktivitas fisik sesering mungkin
Aktivitas fisik terbukti merangsang penyerapan kalsium dan memacu pertumbuhan fisik.
Jadi jangan biarkan anak-anak kita menghabiskan waktunya dengan playstation, ataupun facebook dan tv yang minim aktivitas fisik.
Ajak mereka untuk aktif bergerak. Banyak aktivitas fisik yg simpel dan mudah dilakukan, misalnya memanjat pohon, jogging, lompat tali, jalan santai, bersepeda, dan olahraga lainnya. 
Atau aktivitas anak yg menguntungkan kaum ortu seperti : buang sampah, ngepel, nyapu, nyuci mobil… multipurpose dah ..selain sehat..rumahpun jadi bersihhh..hehe..



























What They Say About It